Rabu, 22 Oktober 2008

Lebaran, Mudik Oi.

Lebaran kali ini, Cito dah paham kalo mudik, pulang ke Mbah Solo. Cito paham kalo punya dua mbah kakung dan dua mbah ti, mbah Sanusi dan mbah Solo, juga mbah Ti n mbah Ti solo. Cito paham rumah di Solo dan di jalan jeruk. 

Syukurlah, pulang ke Solo Cito gak rewel, baik dalam perjalanan maupun selama tinggal di Solo. Hanya kalo kepanasan, karena AC mobil dimatikan, Cito protes. Selama enam hari di Solo, Cito senang sekali, Cito mainan ma Mas Reihan, Mbak Via, Mas Fuad, Mas Lilik, dan sodara2 lainnya. Di sana, Cito "angon wedus".  Asyik sekali ketika Cito memberi makan kambing, sampe-sampe kambing tetangga ditali di pohon mangga di rumah. Ternyata, kambingnya embek-embek terus, karena anaknya dibawa Cito. Akhirnya Mbah Paina yang punya kambing membujuk Cito agar mau melepaskan kambing kecilnya agar kembali bersama induknya biar gak teriak2. He, he, Cito dijanjikan kalo dah beranak lagi, ntar dikasih satu kambing. (Cito mau Mbah, makasih ya.............).

Selain itu, Cito juga diajak mama n papa liat sawah, sungai, bahkan gunung. Asyik, di gunung Cito malah renang ma papa, padahal gak bawah baju ganti. Akhirnya pulang pake celana basah sama papa. He he he, gak sampe lama karena matahari begitu terik, celana kami pun sudah kering. 

Pas pulang, Cito sedih, karena harus pisah ma sodara yang jarang ketemu (satu tahun sekali ketemunya). Malah, Mbak Via sampe nangis nggak bolehin Cito pulang ke jalan jeruk. Tapi, Cito tetep harus pulang karena Cito kan punya dua mbah kakung. Jadi, bagi-bagi hari lebarannya.

Tidak ada komentar: