Sabtu, 09 Agustus 2008

Infak buat anak yatim piatu

Selasa, 5 Agustus 2005 Cito dapat tugas dari sekolah (PG Raudlatul Jannah) buat ngumpulin infak dari keluarga untuk disumbangkan pada anak kecil yang gak punya mama n papa (salah satunya). Malam-malam, pas ada uang kertas Cito disuruh mama masukin uang ke kotak infak yang terbuat dari kardus susu yang sudah dibungkus rapi dengan kertas coklat oleh ustadzah.

Mama: To, uangnya dimasukin di kotak. Buat teman Cito yang gak punya mama.

Cito: Teman sekolah? siapa?

Mama: Bukan. Anak kecil yang gak punya mama.

Cito: Mamanya kemana?

Mama: Meninggal.

Cito: Dikubur?

Mama: Iya. 

Cito: Aku gak mau mama dikubur. 

Mama: Semua orang nanti meninggal. Ada yang pas kecil, ada yang sudah besar ada yang sudah tua. kalau yang baik nanti masuk surga. kalo yang yang nggak baik nanti masuk neraka.

Cito: Mama nggak boleh ke surga. nanti dikubur.

Mama: Di surga itu Cito bisa minta apa saja (mainan boleh, susu ada semua ada)

Cito: Spiderman ada?

Mama: Kalo minta ada (agak pusing jawabnya). Cito pengen kemana, surga atau neraka. Kalo neraka panas.

Cito: Surga. (sambil nangis sesengukan). Mama nggak ke surga, nanti meninggal.

Mama: Iya, iya. uangnya dimasukan ya.

Cito: Iya, nanti anak kecilnya tak belikan mama.

Tidak ada komentar: