Selasa, 26 Agustus 2008

Cito Gak Mau Ditinggal

Sudah tiga minggu terakhir ini Cito gak mau ditinggal di sekolah. Baru ngaji dapat selembar, Cito sudah menghampiri, malahan dengan menangis. Padahal, ketika pertama kali masuk PG, Cito pede banget. Dua minggu pertama, Cito ok ok saja makanya, mama memutuskan ikutan ngaji di masjid sekolah Cito. Oleh karena gak ada masalah, abis ngaji mama pulang dan Cito juga tidak protes. Akan tetapi, suatu hari Cito nangis mencari mama yang saat itu pulang. Sejak saat itu, Cito gak mau ditinggal di sekolah, malahan mama sampai harus masuk ke dalam kelas buat membujuknya. Sudah berbagai cara dilakukan, mulai bujukan, rayuan, iming2 dibelikan barang kesukaan (tas spiderman, kelinci, sprei spiderman, dll.) bahkan sampai diantar sang papa pun Cito tetep nyariin Mama. Seperti hari ini, mama masih dibuat pusing. Ada apa denganmu Cito????

Mama: Kalau Cito sudah besar, Cito boleh melihara kelinci.

Cito: Mama boleh ngaji.

Mama: Iya, Cito anak pinter. 

Oleh karena pengen kelinci,  Cito janji mau ditinggal. Nyampe di pintu gerbang sekolah, Cito menunjukkan tanda2 positif mau ditinggal. Cito mau diantar ustadzah ke kelasnya. Akhirnya, mama ikut ngaji di masjid. Baru dapat selembar, Cito sudah menghampiri mama minta dianterin pipis. Mama yakin, hal ini cuma akal-akalan Cito, karena Cito jarang pipis pagi2. Setelah diturutin, ternyata benar kalo Cito pipisnya hanya sedikit. Setelah dibujuk2, akhirnya Cito mau masuk kelas kembali dan mama melanjutkan mengajinya. Tak berapa lama kemudian, lagi-lagi Cito kembali menghampiri mama yang sedang mengaji. Oleh karena sayang ketinggalan mengaji, Cito dibujuk, dirayu bahkan diancam (maafin Mama ya To) biar kembali ke kelas.

Mama: Cito, Cito mau nurut sama mama?

Cito: Iya (mulai menangis)

Mama: Cito kembali ke kelas ya.

Cito: Mama Cito di sana (di kelas) siapa?

Mama: Mama ngaji dulu, kalau sudah selesai sama Cito ya.

Cito: Mama maen sama Cito.

Mama: Cito, kalau gitu mama ikut raksasa saja.

Cito: Loh, mamaku siapa? (menangis dan memeluk mama, minta digendong). 

Antara kesal, sayang, sedih bercampur jadi satu. Mama gak tahan untuk tidak menangis. Mama ajak Cito ke kamar mandi tuk membasuh air mata. Setelah itu, mama ajak Cito masuk kelas kembali walopun Mama harus berada di dalam kelas. Ketika waktu bermain di luar, Cito tetep nggak mau berkumpul dengan teman-temannya. 

Mama: Cito, Cito maen di sana.

Cito: Cito maen sama Mama

Mama: Cito, maen sama teman-teman Cito.

Cito:  Mama nunggu di sana saja (di dekat mainan). Ada duduknya. Juga dingin

Cito, saat itu, kepala Mama pusing sekali. Mama sayang Cito, bahkan sayangggg sekali. Mama hanya pengen Cito enjoy sehingga dapat mengikuti aktivitas sekolah dengan baik. Mama pengen Cito dapat ditinggal seperti kebanyakan teman2 Cito. Cito, be a good boy. I love u, boy.  

Tidak ada komentar: