Cito sudah pinter maen akal-akalan. Beberapa kali Cito berhasil mengakali mama biar menunda tidurnya. Walaupun sudah masuk kamar, biasanya Cito ingin keluar dengan menggunakan alasan minta makan karena lapar, minta minum karena haus, minta BAB karena perut sakit. Seperti dua hari yang lalu, Cito susah tidur siang. Setelah diturutin minum, Cito minta keluar kamar ke papanya.
Cito: Mama, keluar dulu.
Mama: Mau kemana?
Cito: Ke papa.
Mama: Tidak.
Cito: Loh, abis itu tidur.
Mama: Tidak. (Lalu Cito menangis).
Oleh karena tidak dihiraukan, tangis Cito dikeraskan. Mama yakin ini hanya akal2an Cito, sehingga tangisan Cito hanya dicuekin mama. Cito masih menangis, bahkan kali ini dengan batuk-batuk. Demi menjaga konsistensi, mama tetep cuek, pura2 gak dengar saja.
Cito: (membatukkan diri). Ma, mau muntah. (Cito punya kebiasaan, kalau menangis keras, makan terlalu kenyang selalu muntah).
Mama: Muntah di perutnya mama saja. Nih. (saat itu sedang terlentang sambil berharap2 cemas).
Cito: Ya wis, Cito bobok.
Lega. Untung Cito keabisan akal, coba kalo muntah beneran??? Nggak kebayang.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar